Sambutan Presiden Februari 2012

Pdt. Budi Hidajat
LOVE IN ACTION
Tuhan bekerja dan membagikan kasihNya bagi dunia melalui manusia. Joyce Meyer dalam bukunya “the Love Revolution” mengatakan bahwa kita dapat mengatasi kejahatan dengan kebaikan. ”Bayangkan seperti apa kacaunya dunia ini jika yang Tuhan lakukan hanya mengeluh tentang segala sesuatu yang salah/menyimpang sejak Dia menciptakannya. Tapi Tuhan tidak mengeluh. Dia tetap saja menjadi Tuhan yang baik… Dia tahu bahwa Dia dapat mengatasi kejahatan dengan kebaikan! Kejahatan itu pastinya penuh kuasa, tetapi kebaikan lebih berkuasa” (Joyce Meyer, the Love Revolution).
Ini adalah sebuah pernyataan yang sangat luar biasa, apalagi ketika kita merenungkannya dalam bulan ini di saat kita merayakan Valentine’s Day dengan orang-orang yang kita kasihi. Melakukan kebaikan tentunya adalah cara yang paling praktis dalam mengekspresikan karakter Tuhan sendiri, yaitu kasih. Manusia hari-hari ini sangat haus untuk mencari tahu apakah Tuhan itu benar-benar ada, apa tujuan hidup mereka selama mereka hidup di dunia, dan mengapa dunia ini terus dipenuhi dengan kejahatan jika Tuhan benar-benar ada. Saya percaya jika mereka dapat melihat tindakan-tindakan kasih yang dilakukan dengan cara-cara yang praktis, itu akan menjawab pertanyaan mereka.
“Compassion” adalah salah satu DNA dari IFGF GISI. Dengan ini, beberapa gereja IFGF GISI telah memulai pelayanan iShare di gereja-gereja lokal mereka, yang mana mereka melayani komunitas di kota atau negara mereka melalui pengadaan bantuan saat bencana alam, bantuan program beasiswa, bantuan kredit untuk usaha kecil, pengobatan gratis, dan lain sebagainya. Sungguh luar biasa dapat melihat pelayanan semacam ini bertumbuh di berbagai tempat, dan untuk dapat melihat bagaimana gereja-gereja kita memperlebar naungan sayap mereka untuk melakukan pelayanan-pelayanan di luar gereja dan menyatakan kasih Tuhan kepada dunia. IFGF GISI sebagai organisasi juga telah mendeklarasikan partisipasinya di dalam United Nations Development Program agar kemiskinan dapat dihapuskan pada tahun 2015.
Pada skala yang lebih kecil namun penting, setiap kita dapat selalu ingat untuk tidak jemu-jemu melakukan hal-hal kecil seperti membagikan senyum kita atau mendengarkan seseorang yang sedang bersama kita, sebagai ekspresi kasih kita yang praktis kepada orang lain. Seperti dikatakan dalam I Tesalonika 5:15, “Perhatikanlah, supaya jangan ada orang yang membalas jahat dengan jahat, tetapi usahakanlah senantiasa yang baik, terhadap kamu masing-masing dan terhadap semua orang.” Kiranya bulan Valentine ini dapat menginspirasi dan mengingatkan setiap kita akan panggilan untuk memenuhi kebutuhan dunia ini melalui tindakan kasih!
| < Sebelumnya | Berikutnya > |
|---|
